Berita Terbaru :

Koleksi Download

Kolom Ustadz

Peta ke sekolah


Melihat SMP-SMK Al-Furqan Jember diperbesar?
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan

Bagaimana Cara Menghayati dan Mengamalkan Ajaran Agama yang Dianut?

(SMKAF) Panduan Penerapan Kompetensi Inti Kurikulum 2013

Ajaran agama merupakan pandangan hidup bagi pemeluknya. Maksudnya, manakala seseorang memeluk agama tertentu, maka dia akan menjadikan ajaran agama tersebut sebagai panduan dalam berpikir, berperasaan, dan berperilaku. Jika dia menyatakan dirinya sebagai Muslim, maka ajaran Islam-lah yang dijadikan panduan/patokan/ukuran baik-buruk kehidupannya.

Kita mungkin mengenal panduan berperilaku, misalnya mencela Tuhan agama lain adalah perbuatan buruk menurut ajaran Islam, karenanya Muslim dilarang melakukannya dan kitapun tidak melakukannya. Berarti kita berbuat sesuai dengan panduan, sesuai dengan ajaran agama Islam. Kalau ada seorang Muslim yang mencela Tuhan agama lain maka dia berbuat yang tidak sesuai dengan ajaran agamanya.

Antara Sadar dengan Tidak

Bila hal ini dilakukan dengan kesadaran, artinya dia sudah tahu tapi tetap saja mencela, maka Muslim tersebut tidak menjadikan ajaran Islam sebagai pandangan hidupnya. Dan ini merupakan dosa yang paling besar dalam Islam. Sebab seorang yang tidak menjadikan Islam sebagai pandangan hidup maka dirinya termasuk kategori kafir (artinya: menolak). Demikian pula dalam ajaran agama manapun, kalau ada pemeluk agama yang tidak menggunakan agamanya sebagai pandangan hidup, maka dapat dikatakan mereka itu telah “kafir” dari agamanya masing-masing. Tentu saja, istilah kafir itu hanya digunakan oleh Muslim untuk menyebut selainnya. Sedangkan agama selain Islam memiliki istilah tersendiri sebagai padanan kata “kafir”.
Namun bila dilakukan dengan tanpa kesadaran, misalnya karena dirinya tidak tahu bahwa hal yang tersebut dilarang dalam Islam, maka perbuatan mencelanya tadi termasuk perbuatan pelanggaran. Pelanggaran tersebut akan mendapatkan dosa, namun tidak sebesar dosa kafir.

Panduan Berpikir dan Berperasaan

Akan halnya dengan panduan berpikir dan berperasaan? Sama halnya dengan penjelasan sebelumnya, seorang Muslim hendaknya berperasaan sesuai dengan ajaran agamanya, yakni yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Apabila Islam menilai berjilbab itu baik, bahkan merupakan suatu kewajiban, maka setiap Muslim harus belajar menyukainya. Kita harus belajar menundukkan perasaan, yang tadinya mungkin tidak suka, merasa gerah, malu saat wanitanya mengenakan jilbab, semua itu dirubah sedikit demi sedikit menjadi mencintai jilbab sampai-sampai malu kalau wanitanya tidak mengenakan jilbab. Apabila ada wanita tidak berjilbab atau bahkan buka-bukaan, maka kita harus merasa risih dan berusaha mengingatkannya agar segera menutup aurot (bagian tubuh yang harus ditutupi)nya.

Inilah yang disebut penghayatan. Seseorang yang merasa senang ketika sesuatu telah sesuai dengan ajaran agamanya disebut telah menghayati agamanya. Demikian pula sebaliknya, bila orang tersebut merasa sedih atau risih atau takut apabila sesuatu tidak sesuai dengan ajaran agamanya, maka itu juga disebut telah menghayati ajaran agamanya.

Ditulis oleh ustadz +Gilig Guru dari Blognya www.gilig.wordpress.com

Tips Membedakan Adjectives –ed and –ing

Petunjuk:
Cara membedakan penggunaan –ed dengan –ing yang lebih mudah ialah dengan memperhatikan jenis kata sebelum titik-titik. Apabila didahului oleh manusia (si pelaku), maka kemungkinan besar jawabannya adalah –ed­ form. Bila didahului dengan benda, maka tidak mungkin tidak pastilah –ing form.
Contohnya:
The students choose not to go to museum. They are not .......... (interest) in history. Besides, the museum is not .......... (interest).
Pembahasan:
Pada kalimat “They are not .......... (interest) in history.” Yang mendahului titik-titik adalah “They” yang menunjukkan manusia (the students). Maka jawabannya seharusnya –ed form. Yakni “They are not interested in history”
Pada kalimatBesides, the museum is not .......... (interest).” Yang mendahului titik-titik adalah “the museum” yang menunjukkan benda. Maka jawabannya seharusnya –ing­ form. Yakni “Besides, the museum is not interesting

Latihan


1. It has been raining all day. I don’t like this weather. (depress)
a.       This weather is ..........
b.      I feel so .......... about the weather.
2. Astronomy is one of Tom’s main interests. (interest)
a.       Tom is .......... in astronomy.
b.      He finds astronomy very ..........
3. Mother turned off the television in the middle of the program. She hates sinetron. (bore)
a.       The program was very ..........
b.      Mother was ..........
4. Ann is going to have a trip to Britain next month. She has never been there before. (excite)
a.       She is really .......... about the trip
b.      It will be an .......... experience for Ann.
5. Diana teaches young children. It’s a difficult job. (exhaust)
a.       She often finds her job ..........
b.      At the end of the day, she is often ..........

Kata Kerja (VERB) menjadi Kata Sifat (ADJECTIVE) dengan Imbuhan -ed atau -ing

(SMKAF) Apa bedanya “tertarik” dengan “menarik”? Hal ini cukup membingungkan jika kita tidak bisa membedakan maknanya dalam bahasa Inggris. Kadang kita terbalik dalam memahami bahwa “interested” itu “tertarik” sedangkan “interesting” itu “menarik”.

Dalam bahasa Inggris, kata kerja dapat dirubah menjadi kata sifat dengan menambahkan –ed atau –ing. Misalnya:
Example:
§  The circus amaze the audience (sirkus itu memukau penonton)
§  The circus is amazing (sirkusnya memukau)
§  The audience is amazed (penontonnya terpukau)

Biasanya kata kerja yang berakhir dengan -ed diterjemahkan dengan ter- atau arti dasar kata tersebut, sedangkan kata sifat yang berakhir dengan -ing diterjemahkan dengan me- atau me- ... -kan
Contoh-contohnya sebagai berikut:
§  interested (tertarik)
§  interesting (menarik)
§  stimulated (terangsang)
§  stimulating (merangsang)
§  excited (gembira)
§  exciting (menggembirakan)

§  bored (bosan)
§  boring (membosankan)
§  satisfied (puas)
§  satisfying (memuaskan)

Kata sifat berakhiran -ed menjelaskan perasaan, sehingga hanya diberlakukan pada manusia, tidak bisa diberlakukan pada benda mati. Misalnya:
§  The circus is amazed (sirkusnya terpukau) รจ salah!
§  The audience is amazing (penontonnya memukau) รจ bisa jadi, tapi penempatannya ganjil. Kok bisa?

sedangkan kata sifat yang berakhiran -ing menjelaskan perasaan yang ditimbulkan oleh sebuah objek. Contoh kalimatnya:
§  The game is exciting. All students like to play the game. (Penjelasannya: Karena permainannya menarik, maka siswanya suka bermain. Permainan itu menimbulkan perasaan suka pada murid)

Mari berlatih memberikan imbuhan –ed atau -ing
Ubahlah menjadi bentuk sesuai contoh
VERB
-ED
ARTI
-ING
ARTI
amaze
amazed
kagum
amazing
mengagumkan
amuse


astound


captivate


challenge


charm


comfort


concern


convince


encourage
encouraged
termotivasi
encouraging
memotivasi
enchant


energize


entertain


excite


exhaust


fascinate


Flatter
flattered
tersanjung
flattering
menyanjung
fulfill


gratify


humiliate


interest


intrigue


move


please


relax


relieve


satisfy


soothe
soothed
tenang
soothing
menenangkan
surprise


tempt


touch


thrill
thrilled
senang
thrilling
menyenangkan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Trend Minggu Ini

 

Seluruh kebaikan dari situs ini boleh disebarluaskan tanpa harus mengutip sumber aslinya, karena pahala hanya dari Allah | Dikelola oleh © SMK Al-Furqan Jember.